Ubisoft masih melakukan PHK
Ubisoft masih melakukan PHK

Ubisoft Masih Melakukan PHK, Meski Dapat Suntikan Dana $1,25 Miliar dari Tencent

Industri game sedang menghadapi masa yang penuh gejolak. Di tengah tren restrukturisasi dan efisiensi, kabar mengejutkan datang dari salah satu raksasa gaming global. Ubisoft, penerbit dan pengembang game ternama, dilaporkan masih melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai studionya. Ironisnya, gelombang PHK ini terjadi tak lama setelah perusahaan tersebut berhasil mengamankan investasi besar-besaran senilai $1,25 miliar dari Tencent, raksasa teknologi Tiongkok. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa Ubisoft masih melakukan PHK meskipun neraca keuangannya baru saja diperkuat?

 

Investasi Tencent: Harapan Baru yang Terkikis

Pada Maret 2025, Ubisoft mengumumkan kesepakatan strategis dengan Tencent. Dalam kesepakatan tersebut, Tencent menginvestasikan €1,16 miliar (sekitar $1,25 miliar USD) untuk membeli sekitar 25% saham minoritas di anak perusahaan baru Ubisoft. Anak perusahaan ini akan berfokus pada pengembangan franchise besar seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Tom Clancy’s Rainbow Six. Tujuan utama investasi ini adalah untuk “memperkuat neraca keuangan Ubisoft secara signifikan dengan mengurangi posisi utang bersih konsolidasi, mempercepat transformasi Grup, dan mempertahankan pertumbuhan franchise tertentu.”

Pengumuman ini awalnya disambut baik oleh pasar dan para karyawan. Harapannya, suntikan dana sebesar itu akan memberikan stabilitas finansial yang dibutuhkan Ubisoft untuk mengembangkan game-game berkualitas tinggi dan mengamankan masa depan karyawan. Namun, kenyataan pahit justru terjadi. Meskipun ada aliran modal yang substansial, Ubisoft masih melakukan PHK.

 

Mengapa Ubisoft Masih Melakukan PHK Setelah Investasi Besar?

Keputusan untuk terus melakukan PHK di tengah masuknya dana segar menunjukkan adanya masalah struktural yang lebih dalam di dalam tubuh Ubisoft.

  • Restrukturisasi dan Pengurangan Biaya Global: Menurut pernyataan resmi Ubisoft, PHK ini adalah bagian dari “upaya restrukturisasi berkelanjutan yang ditargetkan dan upaya penghematan biaya global.” Ini menunjukkan bahwa investasi Tencent, meskipun besar, mungkin tidak sepenuhnya mengatasi kebutuhan efisiensi operasional yang telah direncanakan Ubisoft sejak lama. Ubisoft telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengurangi basis biaya tetapnya setidaknya €100 juta tambahan selama dua tahun ke depan, setelah berhasil mengurangi €200 juta pada FY2024-25.
  • Performa Keuangan yang Buruk: Laporan keuangan Ubisoft untuk tahun fiskal 2024-25 menunjukkan bahwa perusahaan masih belum profitabel. Penjualan bersih turun 20,5% menjadi €1.846,4 juta. Meskipun mereka berhasil mencapai free cash flow positif, kerugian operasional non-IFRS masih tercatat €(15,1) juta. Perusahaan juga masih memiliki utang bersih sebesar €885 juta. Ini menegaskan bahwa meskipun ada investasi, kondisi finansial dasar perusahaan masih memerlukan perbaikan drastis.
  • Prioritas Proyek dan Pembatalan Game: PHK sering kali mengikuti keputusan untuk membatalkan proyek-proyek game atau mengubah fokus pengembangan. Misalnya, studio Red Storm Entertainment, yang baru-baru ini terkena PHK, sebelumnya terlibat dalam beberapa proyek yang dibatalkan, termasuk Splinter Cell VR dan XDefiant yang akhirnya ditutup. Ini menunjukkan bahwa beberapa tim atau proyek tidak lagi selaras dengan “prioritas operasional” Ubisoft.
  • Optimalisasi Operasional: Dengan investasi Tencent, Ubisoft berencana untuk mengoptimalisasi operasi mereka dan fokus pada franchise inti yang paling menguntungkan. Pemisahan franchise utama ke anak perusahaan baru dengan investasi Tencent mungkin berarti bahwa divisi lain atau studio yang kurang menguntungkan perlu dirampingkan atau bahkan ditutup. Ini adalah bagian dari upaya untuk membuat perusahaan lebih “ramping dan efisien.”

Keputusan untuk Ubisoft masih melakukan PHK merupakan langkah strategis yang menyakitkan untuk jangka panjang.

 

Dampak PHK dan Sentimen Karyawan

Gelombang PHK ini memiliki dampak yang signifikan pada karyawan dan sentimen di dalam perusahaan.

  • Kekhawatiran dan Ketidakpastian: Karyawan telah menyatakan kekhawatiran tentang PHK yang terjadi setelah kesepakatan Tencent. Ada perasaan campur aduk antara harapan dan ketidakpastian. Meskipun investasi tersebut seharusnya membawa stabilitas, kenyataannya adalah pengurangan tenaga kerja masih terus berlanjut.
  • Penutupan Studio dan Pengurangan Posisi: Dalam beberapa bulan terakhir, Ubisoft telah melakukan berbagai PHK, termasuk penutupan studio seperti Ubisoft Leamington di Inggris yang berdampak pada 185 karyawan pada Januari 2025. Yang terbaru, 19 karyawan di Red Storm Entertainment juga diberhentikan pada awal Juli 2025. Jumlah total PHK selama FY2024-25 mencapai sekitar 1.230 karyawan.
  • Dukungan Transisi: Ubisoft menyatakan akan memberikan paket pesangon yang komprehensif, tunjangan kesehatan yang diperpanjang, dan bantuan transisi karir bagi karyawan yang terkena dampak. Namun, ini tidak menghilangkan tekanan dan ketidakpastian yang dihadapi oleh individu yang kehilangan pekerjaan.

Meskipun demikian, Ubisoft masih melakukan PHK sebagai bagian dari strategi yang lebih besar.

 

Masa Depan Ubisoft dan Peran Tencent

Investasi Tencent ini adalah bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih besar untuk mengubah arah Ubisoft.

  • Fokus pada Franchise Inti: Dengan pembentukan anak perusahaan baru, Ubisoft jelas berencana untuk mengalokasikan sumber daya lebih banyak pada franchise utamanya seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six. Ini termasuk berinvestasi pada pengalaman solo berkualitas tinggi, penawaran multiplayer yang diperluas, frekuensi rilis konten yang lebih sering, dan fitur sosial.
  • Transformasi Model Operasional: Ubisoft berbicara tentang “transformasi model operasional” mereka. Ini bisa berarti perubahan dalam cara game dikembangkan, bagaimana studio berkolaborasi, dan bagaimana sumber daya dialokasikan. PHK kemungkinan besar adalah bagian dari efisiensi yang lebih luas ini.
  • Keterlibatan Tencent: Meskipun Tencent adalah investor minoritas dan Ubisoft akan mempertahankan kendali eksklusif, Tencent dikenal dengan keahliannya dalam game sebagai layanan (GaaS) dan pasar Asia. Keterlibatan mereka diharapkan dapat membantu Ubisoft membangun ekosistem brand yang mampu menjadi franchise yang menghasilkan miliaran euro.

Situasi ini menunjukkan bahwa Ubisoft masih melakukan PHK sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

 

Kesimpulan: Jalan Terjal Menuju Profitabilitas

Keputusan Ubisoft untuk terus melakukan PHK, bahkan setelah mendapatkan suntikan dana yang substansial dari Tencent, menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi perusahaan ini. Ini adalah bukti bahwa industri game sedang mengalami konsolidasi dan restrukturisasi yang parah, di mana efisiensi dan profitabilitas menjadi prioritas utama.

Investasi $1,25 miliar dari Tencent bukanlah “cek kosong” yang akan menghentikan semua masalah. Sebaliknya, ini adalah modal yang diharapkan dapat memfasilitasi transformasi agresif Ubisoft menuju model operasi yang lebih ramping dan fokus pada franchise intinya. Bagi para karyawan yang terkena dampak, ini adalah masa yang sulit, namun bagi perusahaan, ini adalah langkah yang, menurut manajemen, diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesuksesan jangka panjang di pasar yang semakin kompetitif. Hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah-langkah drastis ini akan berhasil mengembalikan Ubisoft ke masa kejayaannya.

Baca juga:

Informasi ini dipersembahkan oleh Paman Empire