Sejak transisinya dari Pro Evolution Soccer (PES) menjadi free-to-play eFootball, Konami telah melalui perjalanan yang berliku. Rilis awal yang penuh masalah membuat banyak penggemar setia kecewa. Namun, dengan setiap update tahunan, ada harapan baru untuk melihat franchise ini kembali ke masa kejayaannya. Kini, dengan kehadiran eFootball 2025, pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah eFootball 2025 di PS5 akhirnya menjadi game sepak bola yang kita impikan? Mari kita bedah lebih dalam performa, gameplay, dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh iterasi terbaru ini di konsol generasi terbaru PlayStation 5.
Grafis dan Visual: Keindahan eFootball 2025 di PS5
Salah satu aspek yang paling dinantikan dari setiap rilis game di konsol generasi baru adalah peningkatan visual, dan eFootball 2025 di PS5 tidak mengecewakan dalam hal ini.
- Resolusi 4K dan HDR yang Memukau: Bermain eFootball 2025 di PS5 dengan resolusi 4K Ultra HD dan HDR (High Dynamic Range) benar-benar memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata. Detail pemain, rumput lapangan, dan pencahayaan stadion terlihat sangat realistis. Cahaya dan bayangan memantul dengan akurat, menciptakan suasana pertandingan yang imersif, terutama saat bermain di stadion yang memiliki pencahayaan bervariasi.
- Model Pemain yang Ditingkatkan: Konami terus berupaya menyempurnakan model pemain. Di eFootball 2025, model pemain terlihat lebih otentik dan menyerupai wujud aslinya. Ekspresi wajah, detail seragam, dan tekstur kulit terasa lebih hidup, mengurangi kesan “lemony” yang terkadang muncul di versi sebelumnya.
- Animasi yang Lebih Halus: Peningkatan pada Unreal Engine 4 yang digunakan oleh Konami telah memungkinkan animasi pemain menjadi lebih halus dan responsif. Pergerakan tanpa bola, transisi antar animasi, dan interaksi fisik antar pemain terasa lebih alami, mengurangi kekakuan yang terkadang mengganggu dalam seri eFootball sebelumnya.
Peningkatan grafis ini membuat eFootball 2025 di PS5 menjadi salah satu game sepak bola dengan tampilan terbaik.
Gameplay dan Mekanika: Pergeseran Fokus di eFootball 2025 di PS5
Gameplay adalah inti dari setiap game sepak bola, dan eFootball 2025 membawa beberapa perubahan signifikan.
- Finesse Dribble Baru: Salah satu fitur kontrol baru yang menonjol adalah “Finesse Dribble”. Fitur ini memungkinkan pemain untuk melakukan sentuhan bola yang lebih halus dan presisi, memungkinkan mereka melewati bek dalam situasi satu lawan satu dengan lebih taktis. Kemampuan pemain (statistik) akan sangat memengaruhi seberapa terampil mereka dalam mengontrol bola dengan fitur ini.
- Peningkatan Kontak Fisik: Konami juga telah melakukan perbaikan pada statistik “Physical Contact”. Dalam situasi kontak fisik yang intens antara penyerang dan bek, pemain dengan statistik kontak fisik yang lebih tinggi akan mendapatkan keuntungan. Ini menambah dimensi realistis pada duel bola di lapangan.
- AI yang Lebih Cerdas (dan Terkadang Bingung): AI pemain di eFootball 2025 menunjukkan peningkatan dalam hal pengambilan keputusan, terutama dalam pergerakan tanpa bola dan dukungan serangan. Namun, masih ada momen di mana AI bek bisa terlihat sedikit “bingung” atau salah posisi, yang bisa menjadi frustrasi bagi pemain.
- Perubahan Sistem Bertahan: Sistem bertahan telah mengalami beberapa penyesuaian. Meskipun ada upaya untuk membuatnya lebih manual dan berbasis keterampilan, beberapa pemain merasa bahwa ia masih kurang konsisten dibandingkan dengan masa kejayaan PES. Perintah “Shield” bola juga telah dihapus, digantikan oleh mekanisme auto-shield yang otomatis melindungi bola dengan tubuh pemain.
- Tendangan dan Umpan yang Memuaskan: Mekanisme menembak dan mengumpan terasa lebih memuaskan. Gol-gol yang tercipta terasa lebih layak, dan umpan terobosan (through ball) dapat menjadi senjata mematikan jika dieksekusi dengan tepat.
Perubahan gameplay ini memberikan pengalaman yang berbeda pada eFootball 2025 di PS5.
Konten dan Mode Permainan: Tantangan Kontinu eFootball 2025 di PS5
Salah satu kritik terbesar terhadap eFootball sejak awal adalah kurangnya konten offline dan mode permainan yang mendalam.
- Dream Team Masih Jadi Fokus: Mode “Dream Team” (sebelumnya MyClub) tetap menjadi inti dari pengalaman eFootball 2025. Di sini, pemain dapat membangun tim impian mereka dengan merekrut pemain dan manajer, serta bersaing dalam pertandingan online maupun offline melalui event-event. Konami telah menghapus batasan durasi kontrak pemain, memungkinkan pengguna untuk bebas menggunakan semua pemain yang telah mereka rekrut.
- Konten Offline yang Terbatas: Sayangnya, eFootball 2025 di PS5 masih sangat kurang dalam hal mode offline yang kaya seperti yang ada di era PES. Mode seperti Master League dan Become a Legend, yang merupakan favorit penggemar, masih belum tersedia secara gratis atau bahkan sebagai konten berbayar yang signifikan. “Trial Match” telah diganti menjadi “Exhibition” dengan lebih banyak tim yang bisa digunakan, dan opsi cuaca seperti hujan dan salju kini tersedia, namun ini belum cukup untuk mengisi kekosongan.
- Fokus pada Event Online: Sebagian besar konten baru dan hadiah terfokus pada event online mingguan, yang mendorong pemain untuk terus terhubung dan bersaing. Ini mungkin menarik bagi pemain kompetitif, tetapi kurang menarik bagi mereka yang mencari pengalaman sepak bola yang lebih luas dan mendalam.
- Sistem Perkembangan Pemain yang Disempurnakan: Kini ada opsi “Auto Development” yang secara otomatis mengalokasikan poin progresi pemain untuk memaksimalkan Peringkat Keseluruhan (Overall Rating) mereka setiap kali naik level, memudahkan pemain baru dan veteran.
Kurangnya mode offline yang mendalam masih menjadi titik lemah utama dari eFootball 2025 di PS5.
Lisensi dan Atmosfer: Masalah yang Belum Usai
Lisensi dan atmosfer pertandingan selalu menjadi perdebatan antara penggemar PES dan FIFA (kini EA Sports FC).
- Mitra Resmi: Konami mempertahankan kemitraan resmi dengan klub-klub besar seperti FC Barcelona, Arsenal FC, Manchester United, AC Milan, dan Internazionale Milano. Ini memastikan detail pemain, seragam, dan stadion untuk klub-klub ini sangat akurat.
- Kehilangan Beberapa Lisensi: Namun, perlu dicatat bahwa beberapa lisensi penting juga telah hilang. Misalnya, perjanjian lisensi dengan FC Bayern München akan berakhir pada 30 Juni 2025, yang berarti nama klub, emblem, dan Allianz Arena akan digantikan dengan desain orisinal eFootball. Hal ini tentu mengurangi imersi bagi penggemar klub tersebut.
- Atmosfer Stadion: Dengan grafis yang ditingkatkan di PS5, atmosfer stadion terasa lebih hidup dengan penonton yang lebih detail dan responsif. Namun, kurangnya lisensi liga dan tim secara luas masih menjadi penghalang bagi pengalaman sepak bola yang benar-benar otentik.
Masalah lisensi ini terus menjadi tantangan bagi eFootball 2025 di PS5 dalam bersaing dengan pesaing.
Kesimpulan: Langkah Maju yang Bertahap untuk eFootball 2025 di PS5
eFootball 2025 di PS5 menunjukkan bahwa Konami terus berupaya meningkatkan pengalaman gameplay dan visualnya. Peningkatan grafis di 4K HDR, animasi yang lebih halus, dan mekanika gameplay seperti “Finesse Dribble” memang patut diacungi jempol, memberikan pengalaman yang lebih realistis di lapangan. Namun, game ini masih bergumul dengan masalah konten yang terbatas, terutama di luar mode online “Dream Team”. Kurangnya mode offline yang mendalam seperti Master League tetap menjadi keluhan utama dari komunitas.
Bagi mereka yang mencari simulasi sepak bola dengan gameplay yang memuaskan dan visual yang menawan tanpa biaya awal, eFootball 2025 di PS5 menawarkan pengalaman yang layak, terutama mengingat statusnya sebagai free-to-play. Namun, bagi penggemar veteran PES yang merindukan kedalaman konten dan lisensi lengkap, perjalanan Konami menuju kebangkitan penuh masih panjang. eFootball 2025 di PS5 adalah langkah maju yang bertahap, namun belum menjadi lompatan revolusioner yang diharapkan banyak pihak.
Baca juga:
- Kabar Buruk Gamer: Limbo dan Inside Dihapus dari GOG
- Membuka Pintu Pasar Tiongkok: Lisensi Game Shanghai Beri Angin Segar Studio Asing
- Ubisoft Masih Melakukan PHK, Meski Dapat Suntikan Dana $1,25 Miliar dari Tencent
Informasi ini dipersembahkan oleh IndoCair

