JAKARTA – Industri video game, yang seharusnya menjadi salah satu sektor yang paling tahan resesi, kini menghadapi badai layoff (pemutusan hubungan kerja/PHK) yang tampaknya tiada akhir. Eidos Montreal, studio game ternama di balik Deus Ex dan Marvel’s Guardians of the Galaxy, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mereka Kena PHK Lagi, memengaruhi sejumlah karyawan di berbagai departemen. Kabar buruk ini menyusul gelombang PHK yang lebih besar yang melanda perusahaan induk mereka, Embracer Group, dan studio-studio lain di seluruh dunia.
Kondisi di Eidos Montreal mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam di industri gaming: biaya pengembangan (development cost) yang melonjak, kegagalan beberapa judul AAA berbiaya tinggi untuk mencapai target penjualan, dan perubahan fokus strategis oleh perusahaan induk. Meskipun Eidos Montreal dikenal dengan kualitas game mereka yang tinggi, keputusan bahwa Eidos Montreal Kena PHK Lagi ini menggarisbawahi realitas pahit bahwa bahkan studio yang dihormati pun tidak kebal terhadap restrukturisasi korporat.
📉 Penyebab Mendalam PHK di Eidos Montreal
PHK di Eidos Montreal bukanlah insiden terisolasi, melainkan hasil dari kombinasi tekanan internal dan eksternal.
1. Dampak Restrukturisasi Embracer Group
-
Akuisisi dan Divestasi: Eidos Montreal adalah bagian dari Embracer Group, konglomerat gaming asal Swedia yang melakukan akuisisi besar-besaran sebelum beralih ke fase restrukturisasi. Setelah mengalami kesulitan finansial dan pembatalan kesepakatan bernilai miliaran dolar, Embracer mulai menjual aset dan mengurangi staf secara agresif di seluruh anak perusahaannya untuk mengurangi utang dan meningkatkan margin keuntungan.
-
Strategi Downsizing: PHK di Eidos Montreal adalah manifestasi langsung dari upaya downsizing (pengecilan ukuran) dan fokus kembali pada proyek-proyek inti yang memiliki potensi return tinggi.
2. Kenaikan Biaya Pengembangan Game
-
Harga AAA: Biaya untuk mengembangkan game AAA modern telah meroket, seringkali melampaui $200 juta per judul. Ketika game tidak mencapai penjualan yang fantastis (seperti Marvel’s Guardians of the Galaxy yang, meskipun mendapat ulasan bagus, kesulitan mencapai target penjualan awal), perusahaan harus melakukan pemotongan biaya.
-
Pengembangan Jangka Panjang: Proyek Eidos Montreal terkenal memiliki siklus pengembangan yang panjang. Siklus yang berlarut-larut ini menambah biaya operasional, membuat studio rentan terhadap pemotongan staf ketika return on investment (ROI) tidak terwujud sesuai jadwal.
🎮 Dampak pada Proyek Game Masa Depan
Pertanyaan terbesar bagi penggemar dan investor adalah bagaimana PHK ini akan memengaruhi pengembangan game berikutnya.
1. Masa Depan Deus Ex yang Tidak Pasti
-
Proyek Deus Ex Baru: Eidos Montreal dilaporkan tengah mengerjakan judul Deus Ex baru, sebuah franchise yang sangat dicintai oleh penggemar. PHK ini menimbulkan spekulasi bahwa proyek tersebut mungkin akan ditunda, diubah cakupannya (scoped down), atau bahkan dibatalkan.
-
Kehilangan Talenta Kunci: PHK seringkali menyebabkan hilangnya talenta penting, termasuk developer senior dan desainer kunci yang memegang visi kreatif proyek. Kualitas dan arah proyek yang tersisa dapat terpengaruh secara signifikan ketika Eidos Montreal Kena PHK Lagi.
2. Transisi Menuju Model Pengembangan yang Lebih Kecil
-
Fokus Ulang: Restrukturisasi ini mungkin memaksa Eidos Montreal untuk beralih dari pengembangan game AAA tunggal yang masif menjadi beberapa proyek yang lebih kecil, lebih cepat dikembangkan, atau fokus pada support jangka panjang untuk game yang sudah ada (live service).
-
Efisiensi: Studio yang lebih kecil harus beroperasi dengan lebih ramping dan efisien, berfokus hanya pada mekanisme inti dan pengalaman bermain yang paling penting.
🤝 Krisis yang Lebih Luas di Industri Gaming
Situasi di Eidos Montreal adalah cerminan dari tantangan struktural yang dihadapi seluruh industri gaming pasca-pandemi.
1. Siklus Boom and Bust
Industri gaming mengalami boom luar biasa selama pandemi COVID-19. Perusahaan merekrut besar-besaran untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Namun, setelah permintaan kembali normal, banyak perusahaan mendapati diri mereka oversized (terlalu besar) dan harus melakukan koreksi dengan PHK massal.
2. Kebutuhan Sustainable Development
Krisis PHK ini menjadi pengingat bagi seluruh industri tentang kebutuhan akan pengembangan yang lebih berkelanjutan (sustainable). Eidos Montreal Kena PHK Lagi harus menjadi peringatan bagi perusahaan lain bahwa model AAA berbiaya tinggi dan berisiko tinggi saat ini memerlukan peninjauan yang serius untuk memastikan viabilitas finansial jangka panjang.
Bagi Eidos Montreal, tantangannya sekarang adalah mempertahankan semangat dan kualitas kreatif mereka di tengah kondisi yang sulit. Dengan basis penggemar yang setia menantikan judul berikutnya, tekanan untuk memberikan masterpiece tetap ada, meskipun dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit.
Baca juga:
- Main Game Jadi VC Lebih Baik, Ini 4 Pelajaran Vital dari Dunia Digital
- Intip Video Baru Pokémon Pokopia yang Santai dan Menggemaskan
- Mengapa PewDiePie Berhenti Main Game dan Bergeser Konten?
Sumber dari indocair

